Posts Categorized / Uncategorized

Kertas Karton Gembus atau Chipboard

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Kertas Karton Gembus atau Chipboard
Jan
13

Kertas Karton Gembus – Sekarang ini banyak sekali pemakaian kertas daur ulang untuk mebel atau pun untuk isian hard cover buku dan album. Penggunaan kertas daur ulang ini yang di sering di sebut Karton Gembus atau Chipboard yang sering di gunakan sebagai pengganti item lain yang mungkin sekarang ini mengalami harga kenaikan sangat tinggi.

Kertas Karton Gembus atau Chipboard sering kali digunakan sebagai :

  • Isi sampul pada buku alqur’an
  • Isi cover dalam Album
  • Isi untuk dompet, tas dari kulit
  • Buku tamu
  • Ordner
  • Folder / map
  • Kalender meja
  • Mebel untuk isian sofa bawah jog
  • Sampul pasport, dan mungkin masi ada banyak lagi.
kertas karton gembus

Nomer atau ukuran yang mungkin tersedia pada karton gembus atau chipboard :

Untuk ukuran Panjang x Lebar x Tebal dalam setiap pack : 78 x 67 x 7 (akan tetapi ukuran mungkin sedikit tebal tipis karena semua pengerjaan di lakukan proses manual). Sistem satuan untuk karton gembus atau chipboard adalah sistem jumlah per pack di mana jumlah isi satuan per pack sesuai dengan ukuran nomer yang di tentukan. Sebagai contoh, untuk karton gembus ukuran :

nomer 25 = berjumlah 25 buah (ukuran 67 x 78 x 7)

nomer 30 = Berjumlah 30 buah (ukuran 67 x 78 x 7)

nomer 35 = Berjumlah 30 buah (ukuran 67 x 78 x 7)

nomer 40 = Berjumlah 30 buah (ukuran 67 x 78 x 7)

nomer 50 = Berjumlah 30 buah (ukuran 67 x 78 x 7)

nomer 60 = Berjumlah 30 buah (ukuran 67 x 78 x 6,5)

NB : Ukuran tebal dari setiap masing nomer dalam setiap pack belum tentu sama mungkin ada beberapa yang sedikit berbeda karena proses pengeringan yang di lakukan secara manual menggunakan tenaga matahari.

Selain kami menjual karton gembus atau chipboard, kami juga menerima limbah kertas bekas bagi anda yang berada di domisili Semarang, Jawa Tengah dan ingin menjual barang kertas bekas anda.

 

Limbah Kertas Bekas Semarang

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Limbah Kertas Bekas Semarang
Jan
12

 

Ika jaya company

Limbah Kertas Bekas Semarang – Kami IkaJaya.com sebagai supplier segala limbah kertas bekas di Semarang bersedia membeli atau mengajukan penawaran bagi anda baik perusahaan ataupun perorangan yang memiliki sisa limbah kertas baik dalam jumlah sedikit maupun jumlah besar dengan sistem pembayaran kontan atau cash, dan kami dapat mengambil sisa limbah kertas anda, tanpa perlu anda repot mengantar ke gudang kami.

Syarat untuk pengambilan limbah kertas bekas :

  • Perusahaan atau perorangan berada di wilayah Kota Semarang
  • Perusahaan atau perorangan wajib mengontak kami terlebih dahulu untuk memastikan jenis dan harga limbah kertas tersebut.
  • Harga yang kami berikan bersifat fluktiatif atau tidak tetap mengikuti kondisi pasar yang berlaku.
  • Order pengambilan di harapkan satu hari sebelumnya, agar kami dapat mengatur rute untuk pengambilan barang
  • Minimal barang berjumlah 1 TON atau 1.000 Kg apabila jumlah barang kurang dari yang kami tentukan maka harga dari nilai barang akan kami potong
  • Barang tidak dalam kondisi basah, terkena minyak ataupun kotor
  • Barang bukan merupakan dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kami hanya menerima barang dari sisa toko atau percetakan
  • Sistem pembayaran dalam pengambilan barang dengan sistem kontan atau cash bisa juga melalui sistem transfer bank

Pemanfaatan Limbah Kertas Untuk Kerajinan

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Pemanfaatan Limbah Kertas Untuk Kerajinan
Dec
11

Pada dasarnya permasalahan tentang sampah tidak bisa kita hindari dari kehidupan sehari-hari. Semakin hari jumlah sampah di permukaaan bumi ini terus bertambah dan bertambah banyak, khususnya di kota kota besar. Manusia di muka bumi ini setiap hari selalu menghasilkan limbah dan sampah tetapi tidak satu orangpun yang mau ketempatan limbah dan sampah. Untuk itu diperlukan pengelolaan limbah dan sampah secara tepat, arif dan bijaksana sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tanggaga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Dengan mengacu pada ketentuan hukum tersebut, diharapkan pengelolaan sampah dapat lebih maksimal, namun demikian kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan.

Kertas Jadi Bata untuk Rumah Tahan Gempa

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Kertas Jadi Bata untuk Rumah Tahan Gempa
Dec
11

Tanpa disadari pemakaian kertas cukup berlebih dewasa ini, contohnya seperti di lingkungan kampus. Melihat itu salah seorang finalis Duta Muda Lingkungan Bayer 2013, Nana Diana (19), mahasiswa asal Universitas Syiah Kuala, Aceh, merasa tertarik untuk mengolah limbah kertas sebagai bahan konstruksi bangunan.

“Sebab kertas bekasnya itu banyak, lalu belum di-manage terlalu bagus. Jadi mengapa tidak dimanfaatkan untuk yang lain kertas-kertas tak terpakai itu?” ujar Nana.

Ia melanjutkan, “Di universitas saja ini ada berkilo-kilo kertas per hari. Saya mengembangkan Economical rHash-paperbrick, batu bata yang tersusun dari sampah kertas dan abu sekam di lingkungan sekitar.” Kedua campuran bahan limbah tersebut akan dibentuk menjadi bata untuk konstruksi bangunan rumah.

“Kebetulan dosen saya, pernah meneliti tentang itu selama dua tahun. Setelah konsultasi dengan dosen, beliau menyarankan saya membuat batu bata kertas versi yang lain,” ungkap gadis yang kini menjalani semester tiga di Fakultas Pendidikan Matematika itu.

Nana menambahkan, ia mulai proyek tiga bulan yang lalu. Dalam proyek ini Nana membuktikan bahwa bata dari olahan limbah memiliki karakteristik isolasi termal yang baik dan tepat digunakan di daerah rawan gempa layaknya Aceh.

“Batu bata dari kertas karakternya itu lebih ringan, tapi lebih kuat menahan gempa. Jadi begini, di daerah rawan gempa, bata yang berbeban ringan otomatis memengaruhi dampak gempa, akan semakin minim kerusakannya dengan massa beban kecil,” jelas Nana. “Karena ada gempa yang vertikal guncangannya, maka perlu batu bata yang ringan.”

Nana telah membuat 100 bata dan dinding berukuran 1×1 meter (sekitar 80 bata). “Kalau bisa, ingin sampai jadi rumah. Tapi itu butuh waktu. Tiga bulanan untuk mengumpulkan kertas, tiga bulan untuk membuat bata.”

Menurut Nana lagi, satu kilo kertas dapat menghasilkan enam buah bata. Untuk 100 bata, diperlukan kurang lebih 20 kilo kertas. Apabila berencana mendirikan sebuah rumah baru, rumah tipe 36 sederhana dengan dua kamar membutuhkan 6.000-an bata.

Untuk bahan baku, sekarang masih banyak akan tetapi ke depannya kertas lambat laun bakal dikurangi. Ada rencana komposisinya dikurangi. Dan diganti dengan sekam. “Kami juga memikirkan apakah mungkin menggunakan tisu, karena tisu juga merupakan kertas,” ungkapnya.

Pengalaman gempa

“Terakhir kali ada gempa di Aceh tiga hari sebelum aku berangkat ke Jakarta, tanggal 24 September,” kata Nana seraya tersenyum. Ide batu bata kertas juga didasari kerapnya masyarakat Aceh mengalami gempa.

gempa gayoReruntuhan Masjid Al-Hidayah akibat gempa di Aceh. (Gloria Samantha/NGI).
Ia mengaku sudah kebal dengan gempa. “Kami di Aceh cukup beradaptasilah dengan gempa. Gempa di bawah lima [Skala Richter] sepertinya biasa saja, tergolong tidak terasa guncangan gempa,” ujar anak kelima dari enam bersaudara ini.

“Tanggap gempa juga dapat dilakukan. Saat ini pengguna smartphone bisa mengakses informasi menggunakan berbagai aplikasi pendeteksi gempa. Jika kira-kira terjadi gempa agak kuat, ada sirene di pinggir laut.”

Mengenal Proses Daur Ulang Kertas

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Mengenal Proses Daur Ulang Kertas
Dec
11

Perbandingan laju penanaman pohon dan konsumsinya yang tidak sebanding di Indonesia, semakin memperkuat akan pentingnya daur ulang limbah kertas. Idealnya, laju pertumbuhan hutan harus lebih besar dari laju konsumsinya.

Berbeda dengan di Indonesia, di Amerika Serikat 55% dari jumlah konsumsi kertas secara nasional dapat di daul ulang dan digunakan kembali sebagai bahan baku kertas (ref.:paperrecycles.org). Bahkan di sana, setiap 3 pohon yang dikonsumsi, 5 pohon baru tumbuh sebagai penggantinya. Maka, tidaklah mengherankan jika selama kurun waktu 50 tahun terakhir, populasi hutan di Amerika Serikat meningkat sampai 40%.

Proses Daur Ulang Kertas

Proses daur ulang kertas bermula dari proses pemilahan limbah kertas dari limbah lainnya, mulai dari rumah tangga, sekolah, kantor-kantor atau di tempat manapun. Tahap awal ini sangat menentukan keberhasilan proses daur ulang secara keseluruhan.

Setelah limbah kertas dipisahkan dari limbah lainnya, kemudian limbah kertas diangkut ke tempat penampungan sementara. Di sini, limbah kertas kembali disortir dan dipisahkan dari limbah lainnya. Baru kemudian setelah itu limbah kertas dipress (biasanya menjadi bentuk kotak) dan dikirimkan ke pabrik kertas atau paper mill untuk diproses lebih lanjut.

Di pabrik kertas, limbah-limbah kertas tersebut dihancurkan dan dicampur dengan air untuk membuat bubur kertas. Bubur kertas selanjutnya dicuci (washed), disaring (refined), lalu dijadikan bubur kertas. Untuk menghilangkan warna dari bubur kertas, selama pembuatan biasanya ditambahkan pula bahan kimia pemutih (bleaching agent) seperti hidrogen peroksida atau H2O2.

Setiap kali kertas didaur ulang, panjang seratnya berkurang, yang berpengaruh langsung terhadap kekuatan kertas yang dihasilkan. Kira-kira kertas dapat mengalami proses daur ulang sampai dengan tujuh kali proses.

Produk Hasil Daur Ulang Limbah Kertas

Kertas yang diproduksi dari limbah kertas biasanya diklasifikasikan berdasarkan kualitas (kelas) atau grade. Setiap grade memiliki karakteristik yang berbeda. Secara umum, produk kertas hasil daur ulang biasanya dikelompokkan menjadi corrugated (bahan pembungkus barang), newsprint (kertas koran), mixed (dengan warna dan jenis yang berbeda) dan kertas kerja atau office paper.

Jenis produk kertas daur ulang ditentukan oleh limbah kertas yang digunakan sebagai bahan bakunya. Limbah kertas kualitas rendah misalnya, biasanya dibuat kembali menjadi produk kertas kualitas rendah pula, seperti corrugated paper dan newsprint. Begitu pula sebaliknya.

Nah, selain jenis produk kertas seperti tersebut di atas, masih banyak lagi jenis-jenis kertas hasil daur ulang. Informasi lengkap mengenai hal tersebut dapat dilihat di www.paperrecycles.org.

Bioplastik dari Jelantah dan Limbah Kertas

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Bioplastik dari Jelantah dan Limbah Kertas
Dec
11

Seiring dengan berjalannya waktu, meningkat pula jumlah limbah penggunaan plastik berbahan minyak bumi terdeposisi semakin menumpuk di dalam tanah. Hal ini dikarenakan bahan plastik ini sangat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat membahayakan ekosistem tanah.

Terkait dengan hal tersebut perlu dicari alternatif plastic yang ramah lingkungan dengan bahan yang mudah terdegradasi di dalam tanah, dengan adanya bantuan mikroorganisme atau kelembaban dan radiasi sinar matahari yang membantu menguraikan plastik tersebut sehingga tidak membahayakan ekosistem tanah. Plastik dengan sifat demikian biasa disebut dengan bioplastik. Bioplastik ini sangat berbeda dengan plastik yang dibuat dengan minyak bumi yang sangat mengandalkan bahan bakar fosil yang langka dan menghasilkan efek gas rumah kaca.

Di sisi lain, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan segala aktivistasnya, menghasilkan banyak limbah kertas dari aktivitas pendidikan, perkantoran, perdagangan dll. Pada kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, serta mengandung selulosa dan hemiselulosa. Pabrik kertas yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat jenis Hg dan Cu. Limbah cair tersebut berupa bubur kertas cair yang apabila dibuang sembarangan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Sementara itu, Achmadi dkk (1995) mengungkapkan bahwa Kertas merupakan lembaran serbasama dari jalinan selulosa, dengan bantuan zat pengikat dibuat dalam berbagai bentuk dan dengan tujuan penggunaan yang banyak. Dengan kenyataan ini, maka limbah kertas sebenarnya salah satu limbah sebagai penyedia sumber sellulosa. Limbah kertas dapat diolah untuk diambil selulosanya.

Jelantah merupakan minyak yang telah digunakan untuk menggoreng berkali-kali dimana kandungan asam lemak didalamnya semakin jenuh. Penggunaan minyak berkali-kali akan membuat ikatan minyak teroksidasi membentuk gugus peroksida dan monomer siklik , minyak yang seperti ini dikatakan telah rusak dan berbahaya bagi kesehatan. Minyak juga dapat rusak dengan lepasnya ikatan trigliserida dan membentuk gliserol dan asam lemak. Dengan demikian, dari pada minyak jelantah dijernihkan dengan konsekuensi menjadi minyak berbahaya, maka sebenarnya minyak jelantah dapat dioleh menjadi sumber gliserol (gliserin).

Gliserin dengan rantai HO-CH2-CH-(OH)-CH2-OH adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk kosmetik dan juga merupakan bahan utama untuk pasta gigi. Gliserin berfungsi sebagai humectant (pelembab) sehingga pasta gigi selalu basah dan tidak cepat mengering di udara bebas. Kekentalan pasta gigi juga merupakan sifat yang berasal dari gliserin. Gliserin juga mempunyai peran hampir di setiap industri. Penggunaan terbesar dari glisern adalah pada industri resin alkid.

Salah satu bahan baku pembuatan gliserin adalah minyak. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk membuat jelatin dangan jalan menghidrolisisnya dengan Katalisator HC pekat. Aquades ditambahkan pada minyak jelantah dengan perbandingan volume 4 : 5. Sedang HCl pekat yang diberikan adalah 0.05 perbandingan volum. Dengan pemanasan destilasi selama kurang lebih 1 – 2 jam.

Bioplastik adalah plastik atau polimer yang secara alamiah dapat dengan mudah terdegradasi dengan baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca. Bioplastik itu adalah bahan plastik yang bahan pembuatannya berasal dari makhluk hidup . Bioplastik mempunyai keunggulan karena sifatnya yang dapat terurai secara biologis (biodegradable) sehingga tidak menjadi beban lingkunan. Untuk memperoleh bioplastik pulp ditambahkan dengan plasticizer seperti glicerol, sorbitol, polietelin glikol dan lainnya sehingga diperoleh plastik yang lebih kuat,fleksibel dan licin.

Bioplastik berbahan pati merupakan sekitar 50 persen dari pasar bioplastik, termoplastik pati, saat ini merupakan bioplastik yang paling banyak digunakan. Pati murni memiliki karakteristik mampu menyerap kelembaban, dan dengan demikian digunakan untuk produksi kapsul obat di sektor farmasi. Flexibiliser dan peliat seperti sorbitol dan gliserin ditambahkan sehingga pati juga dapat diproses thermo-plastis. Dengan memvariasikan jumlah zat aditif, karakteristik material dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus (juga disebut “thermo-pati dari plastik”). Plastik pati sederhana dapat dibuat di rumah. Bioplastik berbahan selulosa terutama ester selulosa , (termasuk selulosa asetat dan nitroselulosa dan turunannya, termasuk seluloid.

Ada dua tahapan dalam pembuatan plastik: Pertama, teknik ini sangat sederhana yang dinamakan hidrolisis asam (acid hyrolysis) dengan menambahkan cuka ke dalam plastik, kita bisa mematahkan cabang amilopektin yang membuat plastik menjadi kaku dan rapuh.

Kedua, kita akan menambahkan plasticizer, bahan ini bisa didapatkan dari toko kimia atau toko grosir dengan sebutan gliserin. Gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat molekul. Untuk memmahaminya, bayangkan saja semangkok mi lengket dan kempal, lalu kita menuangkan minyak sayur ke atas mi agar tidak begitu lengket lagi. Jika membutuhkan plastik yang lentur, terutama untuk tas, tambahkan lebih banyak gliserrin, tapi jika ingin plastik yang kaku, maka gunakan lebih sedikit gliserin

Langkah Sederhada Pembuatan Bioplastik
Dengan memperhatikan pembutan bioplastik secara sederhana seperti diuraikan di atas, maka limbah kertas sangat potensia didaur ulang menjadi bioplastik sebagai sumber selullosa sementara itu, minyak jelantah yang dapat membahayakan kesehatan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bioplastik sebagai sumber gliserin, bahan yang berfungsi sebagai plastizer dan menentukan kualitas kelembutan dan kelenturan plastik yang dihasilkan .

Dengan demikian limbah kertas dan minyak jelantah dapat direcycle menjadi bioplastik yang aman dan bersahabat bagi lingkungan.

Darwono, relawan biodiversitas dan ligkungan, pendidik dan motivator Nasional. Caleg DPR RI dari Partai Bulan Bintang Dapil DKI 1 (Jakarta Timur) .

Meraup Rupiah dari Limbah Kertas

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Meraup Rupiah dari Limbah Kertas
Dec
11

Kertas bekas pakai biasanya, cuma menjadi limbah dan sering dianggap tidak memberikan manfaat selain sebagi pembungkus semata. Tidak sedikit pula orang yang membakarnya karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.
Namun tidak di tangan Gindo Gultom, kertas bekas bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan. “Kebanyakan kertas-ini terbuang. Jadi kepikiran bagiamana agar bisa dimanfaatkan dan ada niat untuk membersihkan lingkungan,” kata pemilik usaha kertas CV ELEKK, kepada MedanBisnis di Komplek Griya Marelan, Blok M, baru-baru ini.

Dia menuturkan mengumpulkan kertas bekas tersebut, awalnya hanya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Bersama dengan anaknya Anju Marudut Gultom dengan bermodalkan becak dayung, mengumpulkan limbah-limbah kertas dari depan toko grosir dan bengkel di Jalan Titi Papan.

Kemudian limbah tersebut dipilah-pilah dan kemudian dijual ke pengumpul kecil. Usaha tanpa modal tersebut dimulainya hanya bermodalkan becak dayung. Setiap sore, keduanya selalu giat membersihknnya setiap sore. Limbah ini dipasarkannya ke pengumpul kecil, dengan harga seribuan per kilo.

Cercaan dan ejekan silih berganti diterimanya dan itu tidak digubris. Dari niat mulianya ini, mereka mampu meraup rupiah Rp 1 hingga Rp 2 jutaan per bulan. Hal ini berjalan selama dua bulan. Hingga akhirnya dia menemukan truk pengangkut limbah kertas, dan mengikutinya hingga ke pengumpul tunggal kertas limbah. Disini dia belajar secara otodidak bagaimana mensortir kertas bekas pakai itu.

Dari situ dia tahu ternyata ada delapan kategori kertas bekas pakai di tingkat pengumpul besar dan hanya empat kategori saja pada pengumpul kecil. Dengan perbedaan klasifikasi ini, harga pun berbeda. Misalnya saja untuk kategori polos per kilo mencapai Rp 2.800, sedangkan kategori paling rendah, dipatok sekira Rp 500 per kg. Harga berbeda jika dipasarkan melalui agen-agen kecil.

Bagi Gindo yang berprofesi sebagai guru di SMA, ada fikiran untuk menghasilkan rupiah, dengan cara mendaur ulang kertas – kertas bekas yang sudah dikenalnya selama beberapa tahun terakhir.

Sayangnya, proses daur ulang kertas belum populer di Medan, tidak seperti di Semarang. Berjalan tiga tahun, kegiatan yang dilakoni mantan guru transmigrasi SMA 1 Jaya Pura ini, semakin banyak yang mengikutinya.

Limbah kertas, yang awalnya didapatkan secara gratis, kini harus berebut dengan pengumpul kertas yang lain, bahkan untuk memperolehnya juga harus membelinya. Sasarannya tidak lagi pinggir jalan, toko grosir, bengkel melainkan percetakan, sekolah dan kantor.

Meski demikian, tidak membuatanya merasa tersaingi. Melainkan bangga, karena upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan ternyata diikuti pihak lain. Bahkan dia memprediksi prospek dari bisnis kertas bekas ini akan selalu cerah, sepanjang masih ada kertas. Sejauh ini, Gindo mampu meraup omzet hingga Rp 4 juta perbulannya. Jumlah ini jauh lebih besar dari penghasilannya sebagai seorang guru.

“Peluangnya akan selalu ada, selama masih ada kertas. Hanya saja, sejak dua tahun terakhir tidak ada kenaikan harga, karena kertas ini dianggap sebagai limbah yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya seraya menambahkan, dia siap untuk berbagi ilmu dengan siapapun yang mau belajar tentang limbah kertas ini.

Guru kewirausahaan ini menyebutkan sebenarnya di Medan ini banyak peluang bisnis yang menjanjikan. Namun ini harus ditekuni tanpa gengsi dan juga harus sabar.