Bioplastik dari Jelantah dan Limbah Kertas

Posted Posted by adminij in Uncategorized     Comments Comments Off on Bioplastik dari Jelantah dan Limbah Kertas
Dec
11

Seiring dengan berjalannya waktu, meningkat pula jumlah limbah penggunaan plastik berbahan minyak bumi terdeposisi semakin menumpuk di dalam tanah. Hal ini dikarenakan bahan plastik ini sangat sulit diuraikan oleh mikroorganisme di dalam tanah sehingga dapat membahayakan ekosistem tanah.

Terkait dengan hal tersebut perlu dicari alternatif plastic yang ramah lingkungan dengan bahan yang mudah terdegradasi di dalam tanah, dengan adanya bantuan mikroorganisme atau kelembaban dan radiasi sinar matahari yang membantu menguraikan plastik tersebut sehingga tidak membahayakan ekosistem tanah. Plastik dengan sifat demikian biasa disebut dengan bioplastik. Bioplastik ini sangat berbeda dengan plastik yang dibuat dengan minyak bumi yang sangat mengandalkan bahan bakar fosil yang langka dan menghasilkan efek gas rumah kaca.

Di sisi lain, Jakarta sebagai kota metropolitan dengan segala aktivistasnya, menghasilkan banyak limbah kertas dari aktivitas pendidikan, perkantoran, perdagangan dll. Pada kertas adalah bahan yang tipis dan rata, yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, serta mengandung selulosa dan hemiselulosa. Pabrik kertas yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat jenis Hg dan Cu. Limbah cair tersebut berupa bubur kertas cair yang apabila dibuang sembarangan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

Sementara itu, Achmadi dkk (1995) mengungkapkan bahwa Kertas merupakan lembaran serbasama dari jalinan selulosa, dengan bantuan zat pengikat dibuat dalam berbagai bentuk dan dengan tujuan penggunaan yang banyak. Dengan kenyataan ini, maka limbah kertas sebenarnya salah satu limbah sebagai penyedia sumber sellulosa. Limbah kertas dapat diolah untuk diambil selulosanya.

Jelantah merupakan minyak yang telah digunakan untuk menggoreng berkali-kali dimana kandungan asam lemak didalamnya semakin jenuh. Penggunaan minyak berkali-kali akan membuat ikatan minyak teroksidasi membentuk gugus peroksida dan monomer siklik , minyak yang seperti ini dikatakan telah rusak dan berbahaya bagi kesehatan. Minyak juga dapat rusak dengan lepasnya ikatan trigliserida dan membentuk gliserol dan asam lemak. Dengan demikian, dari pada minyak jelantah dijernihkan dengan konsekuensi menjadi minyak berbahaya, maka sebenarnya minyak jelantah dapat dioleh menjadi sumber gliserol (gliserin).

Gliserin dengan rantai HO-CH2-CH-(OH)-CH2-OH adalah bahan kimia yang sering digunakan untuk kosmetik dan juga merupakan bahan utama untuk pasta gigi. Gliserin berfungsi sebagai humectant (pelembab) sehingga pasta gigi selalu basah dan tidak cepat mengering di udara bebas. Kekentalan pasta gigi juga merupakan sifat yang berasal dari gliserin. Gliserin juga mempunyai peran hampir di setiap industri. Penggunaan terbesar dari glisern adalah pada industri resin alkid.

Salah satu bahan baku pembuatan gliserin adalah minyak. Minyak jelantah dapat dimanfaatkan untuk membuat jelatin dangan jalan menghidrolisisnya dengan Katalisator HC pekat. Aquades ditambahkan pada minyak jelantah dengan perbandingan volume 4 : 5. Sedang HCl pekat yang diberikan adalah 0.05 perbandingan volum. Dengan pemanasan destilasi selama kurang lebih 1 – 2 jam.

Bioplastik adalah plastik atau polimer yang secara alamiah dapat dengan mudah terdegradasi dengan baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca. Bioplastik itu adalah bahan plastik yang bahan pembuatannya berasal dari makhluk hidup . Bioplastik mempunyai keunggulan karena sifatnya yang dapat terurai secara biologis (biodegradable) sehingga tidak menjadi beban lingkunan. Untuk memperoleh bioplastik pulp ditambahkan dengan plasticizer seperti glicerol, sorbitol, polietelin glikol dan lainnya sehingga diperoleh plastik yang lebih kuat,fleksibel dan licin.

Bioplastik berbahan pati merupakan sekitar 50 persen dari pasar bioplastik, termoplastik pati, saat ini merupakan bioplastik yang paling banyak digunakan. Pati murni memiliki karakteristik mampu menyerap kelembaban, dan dengan demikian digunakan untuk produksi kapsul obat di sektor farmasi. Flexibiliser dan peliat seperti sorbitol dan gliserin ditambahkan sehingga pati juga dapat diproses thermo-plastis. Dengan memvariasikan jumlah zat aditif, karakteristik material dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus (juga disebut “thermo-pati dari plastik”). Plastik pati sederhana dapat dibuat di rumah. Bioplastik berbahan selulosa terutama ester selulosa , (termasuk selulosa asetat dan nitroselulosa dan turunannya, termasuk seluloid.

Ada dua tahapan dalam pembuatan plastik: Pertama, teknik ini sangat sederhana yang dinamakan hidrolisis asam (acid hyrolysis) dengan menambahkan cuka ke dalam plastik, kita bisa mematahkan cabang amilopektin yang membuat plastik menjadi kaku dan rapuh.

Kedua, kita akan menambahkan plasticizer, bahan ini bisa didapatkan dari toko kimia atau toko grosir dengan sebutan gliserin. Gliserin berperan sebagai pelumas pada tingkat molekul. Untuk memmahaminya, bayangkan saja semangkok mi lengket dan kempal, lalu kita menuangkan minyak sayur ke atas mi agar tidak begitu lengket lagi. Jika membutuhkan plastik yang lentur, terutama untuk tas, tambahkan lebih banyak gliserrin, tapi jika ingin plastik yang kaku, maka gunakan lebih sedikit gliserin

Langkah Sederhada Pembuatan Bioplastik
Dengan memperhatikan pembutan bioplastik secara sederhana seperti diuraikan di atas, maka limbah kertas sangat potensia didaur ulang menjadi bioplastik sebagai sumber selullosa sementara itu, minyak jelantah yang dapat membahayakan kesehatan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bioplastik sebagai sumber gliserin, bahan yang berfungsi sebagai plastizer dan menentukan kualitas kelembutan dan kelenturan plastik yang dihasilkan .

Dengan demikian limbah kertas dan minyak jelantah dapat direcycle menjadi bioplastik yang aman dan bersahabat bagi lingkungan.

Darwono, relawan biodiversitas dan ligkungan, pendidik dan motivator Nasional. Caleg DPR RI dari Partai Bulan Bintang Dapil DKI 1 (Jakarta Timur) .